Baca Ini Dulu Bos…

Uha Bahaudin 081280262995

Senyum Cita Rasa Tinggi...

SEMARANG—Kota Semarang disebut-sebut sebagai kota kuliner. Barangkali sebutan itu tidak salah. Banyak makanan dan menu khas yang identik dengan Semarang. Sebut saja ada lunpia, bandeng presto, wingko babat, nasi ayam dan banyak lainnya.

Di sisi lain, restoran dan warung makan kian menjamur menawarkan berbagai menu khas masing-masing. Pecinta kuliner tinggal memilih mana saja yang paling cocok di lidah. Ada gado-gado, soto, pecel, ayam bakar, sate kuda, gudeg, iwak manuk, dan lainnya.

Makanan tidak sekadar disantap untuk memuaskan rasa lapar, tapi menjadi bagian dari sejarah budaya masyarakat setempat. Berkembangnya usaha kuliner di Kota Semarang membawa dampak baik bagi perkembangan kota. Hanya saja, bagaimana memberdayakan dan meningkatkan inovasi menu di Kota Semarang.

Untuk lebih memopulerkan menu-menu makanan khas yang ada di Semarang sekaligus meningkatkan kualitasnya, Dji Sam Soe salah satu produk dari PT HM Sampoerna Tbk bekerjasama dengan Jawa Pos Group (Radar Semarang dan Meteor) menggelar “Dji Sam Soe Award 2009 Kuliner Khas Semarang.”

Menurut Marketing Area Manager PT HM Sampoerna Tbk Semarang Danang Pamungkas, kegiatan ini berupa lomba dengan peserta para pengusaha makanan (warung makan) di Kota Semarang dan sekitarnya. Mereka didorong untuk melakukan inovasi dan upaya kreatif agar lebih berkembang dan menarik.

Dia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat kuliner di Kota Semarang. Sekaligus menginventarisasi tempat makanan dan masakan terbaik di Kota Atlas. “Selain itu juga untuk memberdayakan kelompok usaha kuliner agar lebih inovatif dan kreatif. Tak kalah pentingnya memopulerkan kuliner Semarang,”ujarnya kepada Radar Semarang.

Danang menambahkan, di akhir lomba ini, pihaknya juga berencana membukukan 100 tempat kuliner terbaik di Kota Semarang dan sekitarnya. Diharapkan buku tersebut bisa menjadi panduan warga yang hendak berwisata kuliner di Kota Atlas. “Kami sudah menggagas untuk membukukan tempat kuliner itu. Mudah-mudahan bisa terwujud,” ucapnya.

Ketua Panpel “Dji Sam Soe Kuliner Khas Semarang” Uha Bahaudin menambahkan,  lomba ini akan dimulai 15 Mei sampai 10 Juni 2009.  Penilaian meliputi cita rasa, sajian, layanan, tempat dan promosi.

“Sajian misalnya apakah menggunakan piring, atau bungkus daun atau yang lainnya. Bagaimana pelayanannya. Apakah pelayan mengenakan kostum unik, seragam dan bagaimana tutur katanya,”jelasnya.

Tempat atau lokasi berjualan bukan di daerah larangan. Dan yang terpenting tempat bersih, nyaman  serta ada tempat promosinya.

Ditambahkan pria asli Brebes ini, sebelum penilaian, warung-warung makan yang memenuhi persyaratan tersebut akan diinventarisasi. Kemudian para peserta lomba akan diliput oleh wartawan. Dan hasil liputannya dimuat di Harian Jawa Pos Radar Semarang setiap hari selama satu bulan.

Nantinya tim juri yang terdiri atas ahli tata boga, jurnalis, PKK Kota dan perwakilan Pemkot Semarang akan melakukan penilaian dengan datang langsung ke lokasi. Hasil penjurian diumumkan di acara Dji Sam Soe Awarding Kuliner Khas Semarang pada tanggal 10 Juni 2009. Total hadiah  bagi pemenang Rp 15 juta.(lis/aro/radar semarang)

20 pemikiran pada “Baca Ini Dulu Bos…

  1. tempat yg saya rekomendasikan itu Bu Fat…
    sayang harga2nya sering ber-ubah2 tiap hari
    Kepada pengelola-nya mohon kasirnya diajari berhitung lebih baik lagi😀

    • pemkot semarang juga mensupport mas, hadiah tambahan dan tempat acara dari pemkot, bapak drs h. soemarmo hs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s