Bakso Bakar, Sedap Tanpa Kuah

Bakso Bakar

Bakso Bakar

Bakso, memang idola berbagai kalangan dari orang tua sampai anak-anak. Di kawasan Tembalang atau tepatnya di Jalan Prof Soedarto SH no 168 Semarang terdapat warung bakso yang layak disinggahi. Adalah Pondok Bakso Bakar Cak Wahid yang sangat khas.

Jika bakso lainnya dimasak dengan kuah, bakso Cak Wahid malah dibakar dan disajikan mirip dengan sate plus kecap dan bumbu lain. Satu tusuk terdapat tiga bakso yang disajikan dengan saus sambal yang sedap. Daging sapi yang diolah menjadi bakso terasa lezat dan empuk.

“Di tempat kami perbandingan daging bakso dan tepung antara 90 persen daging dan 10 persen tepung. Sehingga dagingnya terasa. Ini terlihat dari kulit baksonya yang beda,” tutur Budi Wahyudi salah seorang pemiliknya.

Bakso bakar Cak Wahid ini dimiliki Budi Wahyudi dan rekannya Sujianto. Mereka berdua berusaha mengangkat bakso dari makanan pinggiran menjadi makanan yang lebih representatif. Baik tempat maupun jenis masakannya. Ini terlihat dari cara penyajian baksonya yang berbeda dari lainnya.

Budi mempersilakan para pelanggan mengambil sendiri bakso yang diinginkannya. Sehingga kedainya lebih mirip supermarket bakso. “Saya ingin mengangkat makanan bakso, baik itu tempat maupun masakannya,” jelas suami dari Eveline ini.

Bakso yang disajikan bervariasi. Mulai dari bakso bakar, bakso goreng yang terdiri dari bakso pangsit, bakso gulung, dan bakso crispy. Bakso gulung adalah bakso berbentuk lonjong dengan lapisan di luarnya. Lalu ada bakso jenis baru yakni bakso crispy yang masuk dalam kategori bakso goreng. Bakso crispy merupakan hasil kreasi Budi.

Selain bakso goreng ada juga bakso kuah jenis keju. Yakni bakso yang di dalamnya terdapat potongan keju gurih. Lalu ada bakso sosis yang dibuat dari potongan sosis yang dibentuk bakso, bakso mercon alias bakso dengan rasa pedas sekeras mercon. Bakso urat, bakso spesial, bakso isi telur puyuh, bakso tahu, dan terakhir adalah bakso jumbo.

Jika bakso jumbo di tempat lain biasanya berisi cacahan daging sapi ataupun telur ayam, lain halnya dengan isi dari bakso jumbo Cak Wahid. Isi bakso jumbo telur asin.

Harga harga jangan kawatir, karena ada paket hemat mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 7.500. Warung baksonya buka jam 10.00 hingga 21.00. Untuk menjaga kualitas rasa, Budi membuat sendiri bumbu bakso kemudian diberikan kepada karyawan yang tinggal meracik baksonya. Dirinya mengharamkan segala macam jenis zat pengawet atau zat-zat lainnya dalam bahan baksonya.

Sebelum terjun ke dunia bakso, Budi sebelumnya adalah karyawan berbagai perusahaan besar. Kemudian mengundurkan diri untuk membuka usaha sendiri. (adi/jpnn/lis)

11 pemikiran pada “Bakso Bakar, Sedap Tanpa Kuah

  1. udah pernah nyobain siomay &batagor yang paling enak di semarang belum?,,kini telah di buka warung siomay bon-bon di jl. mugas, sebelah kiri unisbank pandanaran.Semarang,,, siomay bon-bon, lezat siomaynya, maknyus sambal kacangnya…murahhh, cuma Rp. 3.000 udah dapet 1 porsi,,,,enak,lezat dan bergizi. coba datang dan buktikan kelezatannya,,,,…

  2. Kalau pemilik bakso bakar mau bergabung di food court bebeku di jalan Citarum 40 monggo,kami tamaikan dengan live music anak muda yg menarik lho every day mulai pukul 18O0 ke atas .masih ada conter yg bisa diisi atau hub kami di 08159962029

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s