Bebek Goreng Kremes

Bebek Goreng Kremes

Bebek Goreng Kremes

SALAH satu tempat tujuan kuliner di Kota Semarang adalah warung Bebek Gendut yang terletak di Jalan Ngesrep Timur V/53 Semarang. Warung kuliner yang menawarkan menu andalan bebek goreng kremes ini buka setiap hari mulai pukul 10.00-23.00.

Pasangan Tri A dan Susianti sudah memulai bisnis kuliner bebek goreng kremes ini sejak tahun 1996. Awalnya hanya berupa warung tenda. Tapi usaha tersebut semakin berkembang hingga memiliki warung permanen yang bisa menampung sekitar 30 pengunjung, dan saat ini juga sedang diperluas lagi.

Selain itu, mulai 23 Juni 2009, Tri juga akan membuka cabang Bebek Gendut di Jalan Haji Samali 50 Pasar Minggu Jakarta. “Ini resep buatan saya dengan istri saya. Dan ternyata cocok dengan lidah pelanggan hingga saat ini,” tutur Tri lepada Radar Semarang.

Ia menjelaskan, mungkin bebek goreng kremes racikannya itu adalah yang pertama kalinya di Semarang. Saat itu, tutur Tri, para penjual bebek goreng di Semarang hanya menyajikan daging bebek digoreng biasa. Karena itu, ia mencoba berkreasi dengan menawarkan ayam goreng kremes yang ternyata cocok dengan lidah pelanggan.

Salah satu keistimewaan masakan Tri dan Susanti di lidah para pelanggan adalah daging bebek yang empuk. Bumbu khusus yang diracik pasangan ini membuat daging bebek tidak lagi alot.

“Saya pakai ramuan rempah-rempah khusus agar dagingnya empuk. Dan para pelanggan ternyata juga suka,” jelasnya.

Tak hanya menu bebek goreng kremes, tapi warung bebek Gendut juga melayani menu bebek bakar. Alternatif lain adalah masakan ayam, gurame, burung dara, pecel lele dengan variasi masakan goreng atau bakar.

Selain cocok rasanya, para pelanggan warung ini juga tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Untuk menu bebek, baik bakar atau goreng, setiap porsi harganya Rp 10 ribu. Kemudian seporsi burung dara atau gurame Rp 15 ribu, ayam (Rp 8 ribu), pecel lele (Rp 5 ribu).

“Saya ingin menjadikan masakan bebek kremes ini jadi masakan khas Semarang. Untuk cabang di Jakarta, juga saya tulis sebagai masakan khas Semarang,” tutur Tri yang merupakan warga Semarang asli.

Biasanya, para pelanggan memadati warungnya sekitar pukul 17.00-20.00. Setiap hari, rata-rata ia harus memotong 80 ekor bebek dan 40 ekor ayam yang setiap ekor bisa dijadikan 4 porsi masakan. Selain itu, ia juga menyediakan 20 ekor burung dara dan 5 kilogram lele. “Bahkan kalau lagi musim liburan saya bisa memotong sampai 150 ekor bebek setiap harinya,” jelas Tri. (ton/aro)

11 pemikiran pada “Bebek Goreng Kremes

  1. SALAM KENAL…SAYA TERTARIK UNTUK BUKA WARUNG BEBEK KREMES SEERTI ANDA.UNTUK ITU SAYA MINTA TOLONG DIMANA SAYA BISA MENDAPATKAN BUMBUNYA & CARA MEMBUATNYA.MUNGKIN JIKA ANDA BERKENAN SAYA BERSEDIA KURSUS DI TEMPAT ANDA.SAYA DARI CEPU…TERIMA KASIH

  2. salam kenal pak ni saya mau tanyak lokasinya wm nya dimana?klo bisa saya mau menawarkan bebek usia 2bulan untuk konsumsi stock bebek gitu maksudnya kondisi bebek,sehat semua sejumlah 1200 ekor tp bisa ambil sedikit klo mau minimal pengambilan 300 ekor.gitu pak uha,bagaimana bapak berminat bisa cp saya ke 081329176431.harga per ekor 25rb pak,trima kasih sebelumnya…..

  3. mas tri dapat salam dari lita & suami (temen smp ksatrian), kapan main ke warungku di pujasera si jempol sampangan, ditunggu ya?

  4. ma’af numpang lewat masih menerima stok gak pak….kami siap jadi suplayer bebek potong karkas….fresh berbagai jenis dr mulai bebek lokal kalung…ber bagai ukuran…utk harga menyesuaikan selanjutnya di a/n; ABDUL MALIK 085727131208…PURWODADI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s