Es Pankuk Pak Yono

Es Pankuk Enaknya Sampai Ubun-Ubun...

Es Pankuk Enaknya Sampai Ubun-Ubun...

SEMARANG – Siang hari yang panas, tenggorokan terasa kering. Terasa nikmat bila diguyur es krim. Salah satu warung es yang terkenal adalah es pankuk pankuk Pak Yono Jalan Tanjung. Es putar ini disajikan dari berbagai rasa bercampur irisan pankuk, roti dan agar-agar. Tidak hanya es, disediakan pula gado-gado yang cita rasa lezat.

Usaha tersebut turun-temurun keluarga. Kini usianya sudah separuh baya, 50 tahun. Sedangkan gado-gadonya berumur usia 30 tahun. Awalnya, sang perintis almarhum Suyitno, membuka usaha es pankuk dengan dijual keliling dari satu kampun ke kampung lain. Setelah lama berkeliling, akhirnya menetap di depan PLN Jalan pemuda. Namun, kerap diusir oleh Satpol PP Kota Semarang. Maka, lokasi jualannya pun berpindah-pindah.

“Dulu kakek memang keliling. Setelah dapat tempat malah diusir sama Satpol PP. Akhirnya sekarang menetap di Jalan Tanjung,” cerita cucu Suyitno, Lilik Bimantoro, penerus es krim pankuk dan gado-gado Pak Yono ini.

Usaha Suyitno diteruskan oleh anaknya yakni Kardiyono yang juga ayah Lilik. Di tangan Suyono inilah, es pankuk dikenal luas oleh pelanggannya. Kemudian disebut es pankuk Pak Yono.  Tidak hanya es yang dijual, tambah menu gado-gado. Ternyata menu tambahan tersebut justru semakin membuat ramai warungnya.

“Awalnya memang hanya berjualan es saja. Tapi saat musim hujan tiba. penjualan es turun drastis. Akhirnya Bapak mencari ide dan ketemulah gado-gado tersebut,” tuturnya sembari menyatakan niat untuk mengikuti lomba Kuliner Khas Semarang yang diadakan Dji Sam Soe kerjasama dengan Jawa Pos grup (Radar Semarang dan Meteor)

Bumbu gado-gado ditemukan setelah melalui ujicoba. Irisan lontong, kentang, ketimun, kubis dan telur ditambah dengan tauge, kerupuk udang, emping melinjo. Tak lupa sambalnya. Kini, untuk mengolah bumbu tersebut, sudah ditangani para karyawannya. Sementara Yono sang ayah hanya bertugas membeli bahan dan mencicipi.

“Bumbu gado-gado sudah jadi, tinggal diracik dan disajikan. Jadi untuk membuat satu porsi gado-gado tidak terlalu lama,” imbuh Lilik yang saat ini menetap bersama sang ayah dan keluarga di Jalan Batan Miroto I/496 N

Satu porsi gado-gado hanya Rp 9000 sementara untuk es pankuk dengan tiga rasa, cokelat, durian, dan kelapa muda dihargai Rp 8000. Rata-rata per hari omzetnya mencapai Rp 1 juta dengan dua cabang baru selain Jalan Tanjung, yakni di Jalan Pemuda (dekat BCA) dan Jalan Pandanaran (depan Gramedia) jam buka tiap hari dari pukul 10.00-17.00. “Untuk es, pelanggan terserah minta rasa apa. Mau dicampur juga boleh,” jelasnya (dit/lis)

2 pemikiran pada “Es Pankuk Pak Yono

  1. udah pernah nyobain siomay &batagor yang paling enak di semarang belum?,,kini telah di buka warung siomay bon-bon di jl. mugas, sebelah kiri unisbank pandanaran.Semarang,,, siomay bon-bon, lezat siomaynya, maknyus sambal kacangnya…murahhh, cuma Rp. 3.000 udah dapet 1 porsi,,,,enak,lezat dan bergizi. coba datang dan buktikan kelezatannya,,,,…

  2. udah pernah nyobain siomay &batagor yang paling enak di semarang belum?,,kini telah di buka warung siomay bon-bon di jl. mugas, sebelah kiri unisbank pandanaran.Semarang,,, siomay bon-bon, lezat siomaynya, maknyus sambal kacangnya…murahhh, cuma Rp. 3.000 udah dapet 1 porsi,,,,enak,lezat dan bergizi. coba datang dan buktikan kelezatannya,,,,… h

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s