Oseng Oseng di Warung Si Kembar

Oseng oseng lezat..hhhmmmm...

Oseng oseng lezat..hhhmmmm...

TETAP ingin merasakan masakan rumah, meskipun terpaksa jajan di arung? Pilihannya, warung makan Si Kembar Jalan Singosari Raya 37 Semarang.
Warung makan sederhana ini memiliki berbagai sajian menu masakan rumah. Warung makan satu ini memiliki menu yang cukup lengkap.
Kurang lebih 60 macam jenis makanan disajikan. Di antaranya oseng-oseng, pecel, trancam, sayuran seperti sup, bayam, ayam bakar, gorengan dan masih banyak yang lainnya. Sedangkan untuk jenis minuman, beragam
mulai dari jus, es buah, hingga minuman bersoda. Kondisi ini, sangat berbeda dengan awal berdirinya yaitu sekitar tahun 1988. Warung yang
kini memiliki kapasitas 100 orang tersebut, dulu hanya warung tenda
pedagang kaki lima. “Mendirikan warung makan, suatu kebetulan. Dulu ayah
saya, seorang tentara. Saya dan kakak sering ditinggal sendiri dengan pembantu. Masakan yang dibuat pembantu sering sisa dan terbuang sia-sia. Dari situlah Mak Eeng pembantu saya memiliki ide untuk menjual makanan-makanan yang tidak dimakan tersebut,” jelas Seno Utoyo pemilik warung makan Si Kembar Dinamakan Si Kembar karena memang pemiliknya kembar, Seno Utoyo dan Seno Utomo (kini di Jakarta). Dari iseng tersebut, ternyata peminat masakan Mak Eeng terus bertambah. Dari hari ke hari pelanggan di warung ini meluas tidak hanya warga setempat tetapi juga dari berbagai daerah di Kota Semarang. “Saat Mak Eeng kewalahan dengan banyaknya pelanggan. Saya dan kakak akhirnya ikut membantu. Terjun langsung menjalankan usaha warung,” ungkapnya. Keputusan untuk  membantu Mak Eeng, ternyata sangat tepat. Pasalnya, selang beberapa
bulan kemudaian Mak Eeng meninggal dunia. Tanpa Mak Eeng otomatis kakak beradik kembar ini harus serius mengelola warungnya yang bertambah ramai. “Karena pertama kali berdiri hanya warung kaki lima,
cuma mampu menampung sedikt pelanggan. Akhirnya kami memutuskan memanfaatkan garasi menjadi warung makan,”ungkapnya. Seiring populernya warung makan Si Kembar, penambahan kapasitas ruangan pun terus dilakukan. “Selain menambah kapasitas ruangan, kami juga selalu melakukan inovasi terhadap layanan,” terangnya. Oleh karenanya, tidak aneh jika di tahun 1999 warung ini mengubah konsep layanannya menjadi prasmanan. Dengan sistem prasmanan, warung ini semakin diminati.
Cara ini terbukti lebih efektif karena pelanggan cepat terlayani alias tidak harus menunggu hidangan disajikan. Disinggung kiat menghadapi
persaingan bisnis warung makan yang makin ketat, Seno Utoyo mengatakan, mengutamakan kebersihan dalam penyajian makanan. “Selain itu, dengan
harga bersaing dan menjaga kualitas bahan baku saya pastikan warung makan Si Kembar tidak akan ditinggalkan pelanggan. Meskipun sekarang
sudah banyak saingan,”katanya meyakinkan. Untuk saat ini warung Si Kembar masih memiliki omzet sekitar Rp 4 juta hingga Rp 5 juta
setiap bulan.(eny)

Satu pemikiran pada “Oseng Oseng di Warung Si Kembar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s