Kepala Ikan Manyung

Kepala Iwak Manyung

Kepala Iwak Manyung

SEMARANG – Kenikmatan kepala ikan manyung (mangut) masakan warung makan Selera Bu Fat Jalan Ariloka Raya Kelurahan Krobokan Semarang Barat tiada duanya. Sekali mencoba pasti ketagihan. Mengapa? Karena racikan bumbu rempah-rempah ditambah daging ikan yang empuk dan gurih membuat lidah bergoyang. Pelanggan kerap menyebutnya ndas (kepala) manyung.

Kepala ikan manyung yang pedas merupakan resep mendiang Ny Fatimah atau akrab disapa Bu Fat. Awalnya, ia hanya membuka warung makan kecil-kecilan di daerah Krobokan dengan menu masakan khas Jawa. Warungnya sempat berpindah-pindah hingga akhirnya menetap di Jalan Ariloka Raya.

“Awalnya hanya warung biasa kecil. Kami sempat berpindah-pindah, menu masakan juga sederhana,” ungkap Suyoso, 65, suami almarhumah Fatimah yang kini meneruskan warung itu.

Sebenarnya, ujar Suyoso, warung makan telah dirintis sejak tahun 1960. Namun, saat tahun 1997 dirinya bersama istri menemukan resep baru yakni kepala ikan manyung. Ternyata resep masakan tersebut diterima para pelanggannya hingga sekarang.

“Kepala manyung memang menu andalan kami. Rata-rata per hari habis 30 kepala ikan manyung dengan berat sekitar 1 kg,” ungkap pria asli Wonogiri ini.

Satu porsi ikan kepala manyung, para pelanggan cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 30 ribu. Menu andalan lainnya adalah cumi-cumi, yang harganya Rp 10 ribu  per porsi. Warung makan Bu Fat, juga menyediakan menu ayam goreng, pepes kepala kakap, pepes pindang, botok mlanding teri, opor, sup, dll.

“Kami menyediakan macam-macam masakan. Mungkin semua bahan yang ada di pasar, bisa kami masak semua,” ujarnya sembari tertawa.

Warung makan Bu Fat buka mulai pukul 06.00 – 19.00. Tapi, jika pelanggan datang pada pagi hari menu masakan masih belum komplit. Biasanya warung makan berukuran 6 x 9 m2 ini ramai dikunjungi pelanggan pada jam makan siang, mulai pukul 11.00-14.00.

Para pelanggan tetapnya antara lain Menteri Pertambangan dan Energi, Purnomo Yusgiantoro. Pernah memesan sampai puluhan bungkus dibawa ke Jakarta. Dirinya juga menerima pesanan untuk hajatan atau acara lain.

“Mungkin orang bisa memasak mangut, tapi kalau mangut di sini berbeda. Ada bumbu rahasianya. Ciri khas masakan kami adalah irisan cabe yang dipotong besar,” tandasnya (dit/lis)

About these ads

13 pemikiran pada “Kepala Ikan Manyung

  1. lha iki bener” wuenak ki mangut ndas manyung….ne cedhak omahku juwono ono seng wenak juga mangut ndas manyunge…mas mbak…

  2. Ping balik: Pati-Lasem-Juwana-Pati | mynguan.com

  3. ……..ndas manyung………. hmmmmm uenak tenan mas, gak ono panganan sing luwih enak selain ndas manyung. khas indonesia…..hmmm ah ( pedesnya itu lho gak ada yang bandingi )

  4. ……..ndas manyung………. hmmmmm uenak tenan mas, gak ono panganan sing luwih enak selain ndas manyung. khas indonesia…..hmmm ah ( pedesnya itu lho gak ada yang bandingi ). panganane wong JUWONO. uedan tenan….mak pleng.

  5. wah anjing pedasnya mpek mukul kepala,n bibir ok coy………..
    ak sering kesitu beserta rombongan………….pasti habiz 6 kepala……………..

  6. Barusan udah nyoba makan disana..dari sisi rasa menurut saya biasa saja
    bukan maksud compare tapi masih muantap yang di jl.pantura pemalang *namanya lupa kuahnya nendang banget ikanya di sajikan masih panas..muantaf pokoke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s